04 Oktober 2010

Museum Of Tragedy

Suatu hari, sebelum gw menuliskan postingan ini, semesta berhasil menjadikan hidup gw selayaknya opera sabun lawas yang payah.



awalnya adalah gw yang sedang mati gaya.
ya,mati gaya. tertinggal sendirian di tempat yang asing dengan hanya bermodalkan smartphone genit gw yang boros dalam membelanjakan tenaga (baca: baterei nya cepet abis)

gw sendirian memandang dunia lewat begitu saja. mati gaya.

lalu,perlahan semesta mulai beraksi. bagaimana aksi mereka? ok, biarkan gw mulai berdongeng.



gw suka menyebut beberapa orang, "sang penghancur" atau "the wrecker", for obvious reasons. "The wrecker" may attack you in certain level where she/he doesn't even knows that they're attacking, but the damage is done. akibat orang-orang seperti ini, waktu terasa berjalan begitu...relatif. saat gw butuhkan untuk berlalu dengan cepat, waktu malah terduduk minum teh. dan saat gw membutuhkan dia untuk bersantai dan bergerak lambat? "the wrecker" datang dengan senapan dan memburu waktu untuk berlari cepat, memakai ransel roket dan melesat tak terjangkau.

Oh yes, its all thanks to you, "the wrecker" and the fact that you wreck my every seconds. Sincerely, F you. a big giant F.

but if its just because of the wrecker, maka gw ngga akan sampai serandom ini dalam menemukan ide posting. bukan, masalahnya bukan hanya "the wrecker", but the fact that a friend of mine turns himself into a "wrecker". without him knowing it.

tipikal.

sangat relevan dan mungkin terjadi.

membosankan. seperti sebuah adegan opera sabun yang sering kau ejek "aaahh lebay amat sih" tetapi itu terjadi. dan saat hidupmu menjadi sebuah episode opera sabun, kau tertegun.
lalu mulai mendramatisir diri.

di kepala gw betempur berbagai kata-kata dan umpatan.
(what am I doing here? I don't have seats on this plane.No, yes, this always happens. I strangely give my seats, willingly, to people I care. or when they take it frome me, I only smile. Thus, I always left with no seats.
oh i should have know: Life folds open itself slowly. I just need to sit back,feel the pain,and relax.)
lalu waktu hilang. benar-benar tak terjangkau. tanpa gw sadari, kaki telah mengarah pulang ke satu-satunya tempat yg gw tahu: ketiadaan. kepasrahan. payah.

gw sangat payah.

mungkin inilah yang selalu gw sebut, tragedi.
yang selalu gw pandang rendah saat orang lain mengalaminya. ayolah, gw tau hari lo buruk banget, but snap out of it.

no, yopu cant snap out of it that easily.

tragedi yang terjadi beruntun kemarin (ya,kemarin) terasa seperti sebuah dongeng antah berantah buat gw.

Dongeng hasil destrukturisasi konsep.

Apakah konsep bisa di destrukturisasi? Mungkin, kalau konsep itu sudah menjadi sebuah kenyataan. Faktual.
sementara konsep mentah tidak mungkin di destrukturisasi. Ia tak punya struktur,tak punya ragam konstelasi. Ia adlh destrukturisasi tanpa evolusi. Dongeng hasil dari pen-destrukturisasian konsep faktual yg terkunci dalam kotak. Bisa dibayangkan? Indah.

ya, indah!
karena ia adalah sebuah tragedi.

sekali lagi, semesta (setelah sekian lama) mempermainkan gw seperti bahan percobaan dalam sebuah adegan sinetreon kering yang payah. tanpa mereka tahu, beragam tragedi tersebut memaksa gw untuk menyadari satu hal:
gw sendiri adalah sebuah dongeng.

random? absurd? tak apa. sebab gw juga merasa begitu, sampai sekarang setelah segala kejadian kemarin mengendap dan mengkristal, lalu secara asing membuyar.

tak apa,
yang pasti, akan kudirikan museum tragedi untuk diriku sendiri. Tiket masuknya murah kok, asal jangan lupa, tinggalkan payungmu di penitipan barang. terima kasih.

About my Tumblr page...

yang lucu adalah bagaimana gw malah menjembatani tumblr dengan pemakaian blog gw yg sebenarnya ( http://unlimited-loyalty.blogspot.com/ )

ok, banyak yang menggunakan tumblr seperti pemanjangan tweet mereka di twitter, ada yang memakainya seperti diary total mereka, dan ada yang memakainya untuk menulis artikel (lirik topeng-rusakz).

gw?

okay, biar gw mulai mengkarakterisasi tumblr page gw ini:

it's a coordinated complete beautiful readable mess.

in short? it's my mess.

jadi,buat kalian yang terlalu ADD (attention deficit disorder) silakan follow gw dan racuni timeline kalian dengan memfollow: @moonhowler23 (oh ya, gw dapet #newtwitter loh)

buat kalian yang mencari sesuatu yang lebih teratur dan terordinir (dalam batasan ordinasi gw): http://unlimited-loyalty.blogspot.com/

dan untuk yang bersama-sama ingin ikut hancur lebur dalam ketidak teraturan bersama gw?

welcome to this complete beautiful mess. Go to my Tumblr.

06 Juli 2010

Toko Loak di Atas Pelangi

Kemarin dia menjual memori dan imajinasi

saat tersentuh, imaji lalu berputar asing diatas awan
seperti gasing yang terbang
dilempar mahluk-mahluk asing, lalu mendarat di pangkuanku
yang sepi
yang sibuk bercumbu dengan diriku sendiri

ia lalu pecah kutendang,
berapa harganya? "imajinasi seharga senyum mu"
dan kau bisa mainkan dia, sembunyikan dia sesukamu
aku biarkan imaji terduduk disebelahku, bersenandung
berlompat girang sebelum ia berlari menemani cerita-cerita ku

kubiarkan mereka jatuh cinta

apa yang akan kau lakukan jika aku berikan padamu mimpiku malam ini?
akankah kau ikut menemaniku?
"apakah kau mau beli ini?
terbungkus dalam kain hangat berwarna coklat, memori yang biru?"
dan jika aku mengecewakan mu?
apakah kau akan berkata selamat tinggal?

"berapakah harga keluh kesahmu?"
seharga lagu-lagu dan penantian, yang kau rajut pelan-pelan dan terkunci dalam lemari sebelum usai.
imajinasi bergetar dan bergulung diatas rumput saat dia membayar keluh kesahku.
aku tertawa,
aku tersenyum,
aku menangis,

dan memori dijual terlalu mahal
kalau hanya untuk sekedar menjadi euphoria adiktif alami.
dan memori dibeli terlalu tinggi
oleh kami,
lalu besok saat menjadi sepi memori akan kami beli lagi
dan dijual oleh entah siapa, terlalu mahal





kami bayar dengan air mata






22 Mei 2010

2 gadis ditepi tebing

lalu kedua nya membuka sekaleng mimpi



"maukah kau bercerita lagi?" dia terdiam dan menghirup nafas pelan,
"kau selalu berdongeng dulu saat kita bersahabat, kau selalu bicara"

itu dulu saat waktu masih giat bekerja, ucapnya lelah. ia lalu meringkuk dibawah ursa.

"akan kubawakan hadiahmu nanti, jika kau mau mulai bercerita lagi. biar aku yang bantu, pada suatu hari..."

kita melongok kedalam sebatang kayu yang berdaun, berlubang tapi kokoh. didalam sana daun menghisap asap, lalu melihat mimpi ingin menari-nari girang, tetapi pohon ketakutan,

ia mencabut dirinya dari tanah lalu terbang.

"kau sudah pernah bercerita tentang itu. dongengkan aku hari-harimu saja, itu lebih nyata buatku," tetapi kaleng mimpi belum ditutup, alih-alih dituangnya segelas imajenasi dan dilemparkannya ke langit,
mengalir seperti busa sabun berkilat sampai ke ujung lautan.
dari tebing berumput ini mereka bisa melihat nya.

"ceritakan aku semesta mu"

dia memandang sepi, sunyi, lalu menyesap segelas kopi susu. cuaca ku dingin, aku terlalu banyak bicara dan mereka juga.
seharusnya aku diam menonton, melihat semesta menari di tangan nya, menyaksikan semesta berlari di mata nya.
seharusnya aku diam, diam dan menonton ramai.

sekarang aku sepi,

sendirian dan oh!
sesungguhnya aku sendiri yang pergi ke sudut ini membawa boneka kesayanganku dan meringkuk sendiri.

"mari jatuh cinta," ajaknya. tetapi dia hanya diam,
aku tak bisa mencintai diriku sendiri, itu jauh terlalu sepi.



lalu kaleng mimpi ditutup, dan mereka tertidur dibawah pohon ek, di malam hari yang tak pernah bangun.








kaleng mimpi bergetar, berbisik, lalu diam.

01 Mei 2010

ingatan dan pemandangan


jika kau mengharapkan ingatanmu melukiskan sesuatu,
mungkin sepercik pemandangan,
apakah dia selalu terlihat lebih indah dari seharusnya?








gw selalu tertarik pada ingatan. buat gw, ingatan mewakili kemampuan kita melebihi mahluk lain,
bagaimana ingatan tidak pernah objektif
sekalipun!

semua orang pasti pernah mengalami ini, keinginan untuk mengingat sesuatu yang mengusik pikiran kita
membuat kita resah sebelum tidur
dan saat kita mengingatnya, emosi kita pasti teraduk ganas
minimal sedikit terusik, entah menjadi positif atau negatif
padahal ingatan itu sendiri kan seharusnya netral,
impulsif dan tak bersalah,
tapi selalu kita melihat ingatan dengan subjektifitas berlebihan




seperti pemandangan ciuman yang pelan di bawah lampu di malam hari,
yang seharusnya indah....lalu saat kau mengingatnya lagi: kau sedih
mungkin karena ciuman itu mewakili sesuatu yang sudah bukan milikmu lagi
subjektif kan?


atau ingatan seseorang yang berjalan terlalu cepat di depanmu,
dan langkahmu yang tertatih mengejarnya
seharusnya sedih kan?
tetapi saat kau mengingatnya, kau tersenyum
senyum seperti saat pecahan lolipop terakhir terkulum di mulutmu
subjektif kan?



gw jadi bertanya,
kalau itu untuk apa mengingat?
saat ingatan tidak pernah kita telaah secara utuh, selalu kita susupi dengan rasionalitas perasaan dan sudut pandang kita,
dengan subjektifitas kita
untuk apa kita mengingat?
"untuk kita pelajari supaya kita tak perlu jatuh lagi"
itu jadi jauh lebih rancu buat gw,
apa yang bisa kau pelajari dari ingatan yang penuh dengan emosi subjektif?

omong kosong
sesungguhnya kita ini seperti masochist sakit hati,
kita menikmati setiap tangisan dan retakan di dalam dada
kita ketagihan olehnya, dan tanpa rasa sakit itu (jika kita terus tersenyum)
maka kita bosan....
karena itu kan kau mengingat?



jika kau mengharapkan ingatanmu melukiskan sesuatu,
mungkin sepercik pemandangan,
dia akan terlihat berbeda
mungkin sedih.... mungkin indah....





21 April 2010

pemandangan yang melupakan dan terlupakan



( gambar dari honey and clover. remember my first ever post?)










sungguh sulit buat gw untuk mengerti seni melupakan seseorang,



ini terpikirkan oleh gw saat beberapa hari yang lalu seorang teman baru aja bercerita tentang masalahnya (biasa...curcol..) dan berakhir pada pendapat dia sendiri bahwa dia harus melupakan sang subjek yang sedang kami bicarakan,
gw cuma ngangguk-ngangguk...lalu terpikir:

melupakan seseorang itu seni seperti apa ya?



gw selalu merasa bahwa ketika kita berkeinginan untuk melupakan, itu pasti berkaitan dengan masa lalu dan memori. pedih, senang, jahat, selalu ada kisah dibalik keinginan untuk meupakan.
tetapi buat gw, kisah apapun dibalik motivasi itu tidak menarik.
lebih menarik lagi:
apa yang benar-benar terjadi saat kau melupakan?



gw lalu terbayang pada pemandangan sepasang laki-laki dan perempuan yang berjalan di pinggir sungai di sore hari.
angin yang lewat perlahan,
harum shampo yang lembut,
bau samar rokok dan parfum dibalik kemeja,
sinar matahari yang menembus pelan dibalik rambut panjang terikat,

saat salah satu dari mereka berusaha melupakan, apakah hilang semua?
segala rekaman hal kecil yang kita hargai tinggi, hilang dari benak dan perasaan kita, seakan semua itu tak pernah terjadi?

tak pernah kita lihat?

tak pernah ada?


mungkin ada argumen " karena hal-hal itulah yang menyakitkan kalau di ingat"
tapi benarkah?
seandainya gw diberikan pilihan untuk melupakan, gw memilih untuk sakit dan mengingat!
karena gw ngga bisa mengerti seperti apa rasanya jika segala memori terhapus,
seakan mereka tak pernah ada
benarkah itu yang terbaik?



gw mungkin sangat naif jika bicara seperti itu, tapi hey! gw pernah sakit hati, dan gw ngga melupakan.
gw hanya menaruhnya di rak dan membiarkannya tergeletak di dalam sana. biasa saja.

biasa saja.


kata "melupakan" buat gw terdengar seperti kata paling hipokrit yang bisa terucap, karena saat kita bilang bahwa kita ingin melupakan maka sesungguhnya kita sangat tidak ingin melupakan.
gw percaya itu, sehingga selalu bertanya: seperti apakah seni melupakan itu?


apakah seni itu sangat indah sehingga banyak orang teradiksi olehnya?




dan gw jadi ingin melihat pemandangan seseorang yang ingin melupakan,
sama ingin nya dengan melihat pemandangan seseorang yang jatuh cinta


mungkin mereka sama rapuhnya...

15 April 2010

Abstraksi di layar datar nan mungil


Entah kenapa ekspektasi itu seperti sms-an


















bukan, bukan bahwa gaya berekpetasi menentukan berapa gaulnya anda (seperti betapa riskannya gaya smsan itu)
tapi bahwa ekspektasi itu adiktif


ok, refrase: ekpektasi itu seperti nikotin!
meracun, merasuk, membunuh, tapi ya itu...adiktif!


gw baru sadar hal ini secara utuh kemarin, saat mata gw terpaku kaku di depan layar datar mungil hape,
ya, gw berekpetasi. padahal secara sadar dan utuh gw tahu bahwa ekpektasi itu ga penah membawa sesuatu yang baik,
gw ulang...GA PERNAH membawa sesuatu yang baik.


kenapa ini dibahas?
karena lucunya gw pernah terlibat pembicaraan dengan seorang teman dulu, tentang betapa racunnya ekpektasi itu
"ekpektasi itu seharusnya ditiadakan. ekpektasi nol persen! kalo ngga ya pasti ada aja kekecewaan"

seperti lirik lagu "anticipation (and expextation) are old habit to set you up, for disappointment"
ekpektasi memang menjurus ke kekecewaan,
kita semua tahu itu

kita semua sadar itu
tetapi kita semua melakukan nya lagi, lagi, dan lagi



dugaan itu adiksi paling berkarat dalam hidup. lupakan alkohol dan nikotin, lupakan lintingan ganja.
dugaan membunuhmu dengan lebih perlahan dan pasti, tetapi kita tak pernah bisa berhenti..

pertanyaan gw, kenapa?
kenapa menjadi adiksi?

lau gw sadar...bahwa ekpetasi itu seperti diazepam: dia menenangkan kita sebelum badai
karena itu kita berekpetasi,

kita tahu sesuatu yang buruk akan terjadi, atau kita sesungguhnya berharap sesuatu yang buruk terjadi,
sehingga kita menghibur diri,
tenggelam dalam euphoria ekpetasi
sesaat, kita hanya ingin bahagia..
dan yang fatal adalah saat ekpetasi berubah menjadi virus didalam pemikiran yang ber-sporadis dan melembaga menjadi anggapan bahwa ekpetasi kita adalah kenyataan

fiktifasi menjadi nyata dalam relativitas imajenasi, semua karena euphoria ekpetasi
fatal!




sekarang gw jadi takut, bahwa selama ini keinginan gw untuk berhenti berekpetasi itu sama bodohnya dengan membuang garam ke laut dan sama salahnya seperti meminum bir dengan es

keinginan untuk berhenti ber-ekpetasi itu sangat sia-sia






bagaimana dengan harapan?
maaf, gw masih terbalut kecewa untuk lebih banyak bicara....


12 April 2010

typo!

gw suka typo


kalo gw perhatiin, typo itu seperti penyakit akut yang dialami siapapun: penulis besar, novelis legendaris, sampai blogger amatir tak dikenal
typo is one of the solemn mistake we always do
dan gw suka typo
(btw, yg ga tau typo, itu kesalahan ketik. kayak tapi jadi taip dll)


kenapa tiba-tiba? tadi gw baru aja baca postingan lama gw, dan hey! gw banyak melakukan typo! so, gw berusaha mengedit typo-typo tersebut...
and then, gw terdiam


gw suka typo
kesalahan ketik itu terasa jujur banget, seakan saat typo terjadi, untuk sejenak topeng apapun yang kita pakai lepas
luluh lantak di meja selama sepersekian detik
lalu saat typo itu kau baca, pasti nanti kau akan tertawa
typo...menjadi katalis kepolosan kita

ok, mungkin lebay, but hell i dont care.

apalagi ketika typo tersebut membawa bunyi kata-kata baru yang terdengar segar dan menyembunyikan makna lebih dalam (yang kadang hanya kau karang-karang saja)
seperti "Folk" menjadi "Filk"
atau "live and love" menjadi "live and loev"
sejenak, kau menjadi bodoh dan jujur...
Kau kehilangan semua tameng mu
semua senjata kamu

lebay?
typo buat gw menjadi metafora. segala aspek hidup kita selalu diselingi typo: kesalahan kecil yang means nothing
and it does means nothing...but then again..
you wasn't looking at it right.



typo?
saat kita bilang "i love you" dan menyesal
saat kita menulis cita-cita waktu SD lalu lupa
saat kita menonton TV dan merasa hidup kita datar
saat kemudian kau terpaku di layar tv dan sadar : "hei, my life's is much more eclectic than those"

typo
lalu kau tertawa melihat betapa bodohnya kamu, atau malah marah karena kau tak bisa lebih baik
tapi untuk apa marah dan tertawa? itu pasti terjadi lagi
kesalahan kecil. saat kau menjadi benar-benar diri sendiri dan...jujur





typo
tyop


well, thanks for reminding me:
"mistakes happens, snap out of it"

15 Maret 2010

we walk, we walk....




















"and if things goes wrong,,we walk... until we hit the traffic light"

(lomography belongs to me,,yes...me)















kali ini gw pengen bercerita tentang lampu. ya, lampu. bukan kain pel, lampu.

abis...gw selalu suka sama kartun-kartun kuno yang kalau tokoh utamanya (atau tokoh manapun asal bisa mikir) ketemu sebuah ide, selalu muncul lampu di atas kepalanya.

lah kalo thomas alfa edisson belom dapet ide tentang lampu, masa yang keluar lilin?
ehm!

sesaat sebelum gw menulis posting ini, gw emang lagi merhatiin lampu di langit-langit kamar yang lagi redup dan mati nyala. ya, kalo orang lain mikir "wah ganti lampu nih" duluan, dan kalo orang yang lain lagi bisa mikir "ah kebelet" duluan (sungguh saya ga tau juga apa hubungan nya).
tapi gw malah nyanyi..
"bicara dengan lampu mati...lampu hidup aku mati"

lucu yah, lampu yang redup dan mati nyala itu terlihat...bahagia.
gag kesepian...
eh? kesepian? yup.
entah kenapa semua lampu, seterang dan seredup apapun buat gw selalu menjadi mahluk kesepian.
terang benderang tapi ya...sudah. selesai.
redup, dan ya...selesai juga.

tapi lampu diatas gw ini keliatan beda. seakan seorang ilmuan baru saja terkikis sel-sel otaknya dan satu lampu penemuan di kepala dia terbang, tetap sendirian, dan nyasar di langit-langit gw.
dan sekarang dia menari, karena ga perlu benderang lagi.

absurd? let's make it simple.

pernah ngerasa lelah?
anggap diri kita lampu. bersinar terang benderang. oh di kiri mu ada lampu lain yang bersinar, di kanan dan depan juga. eits, jangan lupa dibelakang mu.
lalu ada yang redup, sudah saatnya diganti.
kau tertawa.
dia bebas.

nanti,,saat dia dilepas dan kau masih bersinar: dia bebas.

kau masih bersinar terang, seperti apa tugasmu. sampai gas neon didalam mu habis.
habis tanpa sempat kau buat menari.

dan karena itu lampu diatas kepala gw terlihat bahagia: dia sudah mau bebas.
gw perlahan berbisik ke lampu itu: "nanti saat kau mati, jangan tertawa terlalu keras"

karena lampu di nafas gw lagi stuck di sinar terpanasnya. gw benci panas.


masalahnya, lari dan terbang dari otak sang ilmuan teempat gw bertenger, ternyata ga berguna...yah,,lampu merahnya terlalu cepat datang!



lampu!





27 November 2009

Secangkir Kopi Dingin

Gw adalah orang yang sedikit obsesive compulsif,,atau mungkin sekedar purist yang punya keadaan ideal untuk diri sendiri..

contoh:
  1. i drink pepsi,,and i hate coca cola
  2. gw makan nasi goreng dengan saus tomat..harus,,
  3. i prefer waffle rather than pancake
  4. i drink hot coffee on a cup
  5. i dont have shoe fetish,,since i only like converse
  6. gw sangat suka menjadi sendirian di tengah keramaian bersama teman-teman guw,,in a way guw gag suka jalan sendirian,,tapi kalau rame dengan temen-temen guw,,guw lebih suka diam
  7. kalo lagi buletting kayak gini,,minimal gw harus menulis sampai poin ke tujuh,,karena gw suka angka 7..
ehm,,eniwei..

gw suka melakukan hal-hal yang ideal menurut gw sendiri,,dan yakin bahwa semua orang juga begitu..mungkin karena hal-hal itu menjadi kebiasaan,,
terbiasa
lalu pada akhirnya dilakukan berulang-ulang..(ok,,semua orang tahu itu)

nah,,saat lagi memikirkan apa aja keadaan ideal yg nyaman buat gw,,tiba-tiba ingatan gw melangkah ke poin ke 4 dan suatu percakapan dengan sahabat gw..
tentang secangkir kopi..

awalnya adalah tentang gimana dia ditugasin ngebuat sebuah desain sampul novel,,apa aja judulnya..yang penting sampul!
dan berhubung hal-hal seperti adobe itu mudah buatnya,,jadilah sebuah sampul dengan tone pastel gelap bergambar sebuah cangkir kopi dengan latar tone warna coklat gelap bergradasi yang dia claim sebagai peta bandung yang di saturasi warnanya..

"keren ga?"

tetapi mata gw lebih terpaku pada judul karangan dia sendiri untuk novel rekaan itu..."secangkir kopi dingin" gw membaca heran,,
"yak..soalnya orang biasanya minum kopi dingin di gelas,,dan cangkir cuma buat kopi panas..absurd dan random aja kan?"

secangkir kopi dingin...

dan sekarang setelah gw mengingat lagi kata-kata itu,, gw semakin merasa kalau ada banyak makna di sana..

secangkir kopi dingin...yang mendingin setelah lama kau menunggu,,tetapi kau tetap tersenyum

secangkir kopi dingin,, saat kau tak punya gelas lain dan pasrah memakai cangkir..

secangkir kopi dingin,,yang tetap akan kau minum karena kau sudah tidak peduli lagi..

secangkir kopi dingin,,
aku teringat padamu yang namanya sedang terpampang di kotak pesan ku..
yang senyumnya kulihat di layar telfon ku,,
yang membuatku bingung dan pasrah dengan cangkirku..yang kau isi dengan kopi yang mendingin tenang setelah aku menunggumu..
kopi yang tak pernah kukaitkan dengan mu,,tetapi kau curi itu dari orang lain..kopi yang sekarang menjadi milikmu..
kau belum menelfon ku hari ini..
tapi kau selalu datang kembali..

dan aku mereguk kopi itu lagi...




secangkir kopi dingin,,
sekarang,, itulah yang kita punya..^^




21 September 2009

Biru!


Percaya gag kalau mimpi dan dongeng itu lebih nyata daripada kenyataan itu sendiri?'




















biar guw berdongeng..sejenak,,^^


guw pernah bermimpi tentang suatu tempat yang jauh..tak terlihat dan terjamah tapi nyata..
suatu tempat dimana langkah kaki,,dan jabatan tangan,,dan tawa masih berbunyi sama...
hanya suara-suara yang terdengar begitu berbeda
mereka bicara bahasa yang aneh..

guw juga pernah bermimpi tentang sebuah senyum,,
yang terukir saat dunia dan detik waktu terasa berhenti buat guw dan dia..tetapi hidup terus berjalan,,hidup terus berlari,,
waktu terus menaiki anak tangga..
dunia tak berhenti saat kau terdiam

guw pernah bermimpi tentang ingatan...betapa pilu-nya sebuah harapan akan ingatan saat kita berhadapan dengan masa depan,,yang adalah sekarang..
tetapi kita selalu berjanji,,

guw juga pernah bermimpi tentang seseorang...







dongeng,,
orang selalu berkata bahwa kita berdongeng saat kita menyesal dan ingin kabur dari kenyataan..
lucunya,,saat kita berdongeng..kita mengisahkan sebuah cerita yang sangat nyata..jauh lebih nyata dari pada kenyataan itu sendiri,,
karena kenyataan selalu ilusif
karena tak ada yang lebih nyata daripada kita dan dongeng yang kita punya
kitalah dunia




guw pernah bermimpi bahwa suatu saat suara ini berdongeng untuk seseorang,,
untuk dia yang berjalan seiring waktu yang berhenti
dia yang tetap hidup,,walaupun guw selalu merasa kami telah mati

kami telah mati
tetapi tidak aku dan dia

semoga kau bahagia,,
dan suatu saat kita akan bertukar kenyataan di dalam suara..

dongengkan pada aku hari-hari mu,,
itu jauh lebih nyata buatku






12 September 2009

Puisi?


beberapa saat yang lalu,tepatnya siang tadi guw terdiam tak bergerak sehabis melahap nasi goreng guw di sebuah restoran (yayaya guw gag puasa)

di sana,,setengah termenung guw menunggu kedatangan seorang temen guw dari arah barat,,
di hadapan guw terbentang kaca panjang yang selayang pandang lu bisa ngeliat ke arah jalan raya,,
guw berada di restoran lantai dua yang di sisi tempat guw berada nya,,sepi..

guw bengong..

di kepala guw yg selalu penuh dengan notasi-notasi kata penuh intrik terbesit percakapan guw kemaren malem dengan temen guw tersebut,,gampangnya sih gini: guw crita guw lagi bikin puisi dan dia nyeletuk "ih guw c gag suka deh puisi"

di luar dugaan guw,,kata-kata tersebut...ckck,,T_T

trus fast forward ke saat itu lagi,,siang di jakarta lagi terik-teriknya pas guw liad temen guw itu lewat,,mengarah masuk ke gedung tempat guw berada

guw membetulkan posisi duduk guw yang kacau dan absurd,,berusaha terlihat normal. siang itu guw gada niat untuk menunjukan siapa guw dan apa guw sebenarnya
gag lah,,gag secepet ini. pikir guw

lalu temen guw dateng,,kita ngobrol-ngobrol gag jelas dan sesaat guw merasa kalo hari ini adalah hari yang sungguh biasa saja..
guw udah nyaris kebahisan kata-kata saat tiba-tiba dia bilang,,

"guw sih ya,,gag suka puisi...menurud guw orang-orang yang suka puisi tuh gag realistis,,gag mau ngeliat kenyataan yang ada,,dan sebagai gantinya malah nulis imajenasi..penakut untuk ngehadepin kenyataan"

guw tertegun,,
gadis di depan mata guw ini ternyata bisa sinis juga,,walaupun dia gag sadar..

lalu terbesit di pikiran guw
gimana guw harus kehilangan 'dia' saat 'dia' pergi ke tempat berjarak 10 juta itu,,
bagaimana guw harus berusaha keras mengambil kembali remote hidup guw,,
atau saat sobat guw hilang dan taman tempat guw berwacana menjadi sepi mendadak,,
atau gimana saat kemarin guw memandang ke layar hape dan mendapati nama teman guw ini berbinar di sana (dengan tinta hitam putih)

"i saw you trough my looking glass,,today..the figure of you in masmia
blackened in whitened till the point where im infected
kill me in stabs of your sorrow"

apakah guw kabur ke atas kertas karena guw takut akan kenyataan?'
atau malah guw tahu dan sangat sadar akan kenyataan yang bergerak di tiap dimensi guw,,dan malahan guw takut akan harapan dan imajenasi,,sehingga guw hanya bisa menuliskan nya?'

harapan itu lebih menyeramkan daripada kenyataan

guw menatap ke mata dia,,trus menjawab..

"guw berani menghadapi kenyataan,,karena itu guw gag menuliskan mereka tapi menghidupi nya..
guw menulis tentang imajenasi dan harapan karena guw..gag bisa menghadapi apa yang guw harapkan"

temen guw itu cuma diam,,
lalu mulut guw bergerak sendiri saat guw bilang dengan pelan..

"kalau segalanya cuma nyata dan kita selalu realistis,,artinya kita gagal secara logika,,kalo kita telalu banyak berimajenasi yang sedih,,kita gagal di jiwa..

guw nulis puisi karena guw gag pengen gagal di dua2nya.."

27 Agustus 2009

Hidup kita adalah di dalam layar kaca,,kan?'

Beberapa detik yang lalu guw baru aja terinduksi tv..
heee...

lagian lucu bgt c,,setiap cerita yang tersaji di tv itu memukau kita..dari yang murahan (untuk yang doyan acara2 murahan) sampai komedi kelas atas yang tolol seperti saturday night live,,maupun kisah dokter sinis dan sarkastik seperti house..

mau tau yang lucu?'

gimana sesungguhnya acara-acara tv yang bagus itu ceritannya sangat....rasional,,
seakan mereka menarik kejadian sehari-hari yang biasa saja,,dan memberikan turbulensi di dalamnya..
aneh,,
rasional...lalu menjadi irasional..


nah sekarang ayo kita ambil remote ini lagi..
lalu alihkan pada kaca,,layar kaca kita
wow!
betapa...absurdnya!

karena sesungguhnya guw jadi pengen menertawai diri guw sendiri..betapa picisannya hidup kita,,
yang selalu terpaku pada alur yang sama,,repetitif..
segala aksi,,reaksi,,bahkan repulsi yang menjadi bagian dari reaksi begitu...tipikal,,
sangat tipikal..

lalu...saat turbulensi terjadi,,kita menanggapi celah tersebut dengan tipikal,,
sehingga lambat laun kita rindu pada cinta seperti di film,,pada persahabatan seperti di film,,
dan oh,,jangan munafik..
kebanyakan dari kita (kalau tidak mau dibilang mayoritas) sebetulnya tidak ingin jatuh cinta...
hanya ingin jatuh cinta seperti di film..

you don't want to fall in love,,you want to fall in love like in the movie..

yaya,,
guw sadar akan ironi,, memakai kata2 dari film sleepless in seattle..

jadi kenapa kita menonton tv,,kalau kau bisa mengambil kembali remote itu dan arahkan pada dirimu sendiri?'
keluarlah dari alur utama..
jadilah mereka yang termarjinalkan,,yang memilih untuk jatuh cinta seperti dalam kepalamu sendiri..

dan jari tengah pada kehidupan sekarang,,
mari hidup seperti TV,,

masukkan hidupmu dalam layar kaca,,jadilah bintang dan bersinar,,




sendiri!


26 Agustus 2009

Mocchacino in the morning


Punya ritual pagi?'


pagi ini setelah terbangun mendadak dan melirik sejenak ke arah layar hape,,guw melakukan salah satu ritual pagi yang bukan milik guw,,

hanya suatu ritual yang guw pelajari secara mendadak...: Ngopi

bukan ngopi tugas kuliah,,bukan ngopi lembar2 bokep dari majalah dewasa (jiah....),,tapi minum kopi
lebih tepatnya: Kopi moka aseli...(silakan tebak sendiri mereknya)

enak juga,,sebersit terlintas di pikiran guw untuk menjadikan ini ritual milik guw sendiri..
cuma sejenak guw mikir:
Ngapain juga guw gini yah?'

betapa sebuah alasan itu menjadi begitu penting buat guw,,karena sesungguhnya gag ada alasan lain kecuali keputus-asaan yang guw lakukan dengan minum kopi pagi ini....dia dulu sering melakukannya,,pikir guw..
guw sempat berharap dalam tiap teguk kafein guw bisa menemukan ketenangan...
utopis,,memang...tapi apa lagi yang bisa guw lakukan?'

lalu tv guw menyala,,semburat warna membasahi dunia...sekali lagi setiap acara yang guw lihat adalah acara miliknya,,
dulu kami sering berwacana,,di atas dunia gemerlap di kotak kaca ini..
lucu ah,,
koq guw jadi masochist sakit hati sih?'

lalu sejenak sebuah adegan di Honey and clover menggugah guw...
-di sana,,takemoto terbaring menangis..betapa ia menyadari bahwa bersedih dan membuat janji muluk tentang melindungi Hagu yang terluka sampai cacat hanyalah sebuah kebohongan diri-

guw meneguk kopi ini lagi,,
hangat..
lalu guw berkata dalam diri sendiri...oh yah,,semua ini pedih..loosing you is hurting..
but its not the end of the world,,isn't?'

semua hal yang dulu menjadi ritual milik nya,,segala wacana,,tawa...semua,,itu akan kujadikan milik ku juga..
lalu kutembus masa depan dengan keras kepala..

setidaknya hanya itu yang guw bisa..

sebentar guw ingat pada hal-hal yang acak dan gag bertautan..
tentang keinginan merubah dunia dengan cara yang aneh..
tentang janji dan masa depan yang berubah,,
tentang keinginan untuk mencampur dua dunia..
dan akhirnya
tentang dia..






gag akan guwjadikan ini menjadi satu kenangan yang memilukan..
guw harus keras kepala..

06 April 2009

Hai!'

"jika aku terus mengayuh sepedaku tanpa henti,, ke mana aku akan sampai?"
____Takemoto,Hacimitsu To Kuroba



Hai!
post blog ini guw tulis sama seperti blog guw yang lain,, Candy and clover,, yang dengan tololnya guw lupa e-mail guw...
ADA GITUH YANG LUPA MA E-MAIL NDIRI!

ehm

yah terlepas dari pembukaan guw yang sangat bodoh itu,,
guw cuma mo ngucapin selamad datang di blog guw!!!

Yayayayayayayay!!!
HipHipHura!!
heahea!!(loh koq?')
eniwei....

knapa blog?'

sejujurnya guw juga gag tau.guw baru ngerti tentang blog. Heran, guw selalu telad dalam masalah mengerti teknologi di bandingin temen-temen guw yang selalu tampak siap dengan gadget terbaru di tangan mereka (sekolah di swasta berlumuran orang kaya memang susah yah?')
BlackBerry,,iPhone,,sementara guw selalu tersesat di jaman analog kuno dengan selera berlebihan pada hal-hal seperti Lomo dan Polaroid dan benci setengah mati dengan SLR...

jadi knapa blog?'

mungkin karen guw bosan dengan efbe dan efes,,bosan dengan rutinitas penalaran literasi yang sebatas pada kertas buram saat ulangan,,bosan dengan terlalu banyak analogi melankolis yang bersarang di kepala

mungkin karena guw.......INGIN MERASAKAN semua yang belum guw rasakan...


mungkin...guw selalu bosan bicara alasan,,hehe...

eits jangan merengut gitu ah,,senyum2!! (terutama cewe yg pake behel pendek dan imut di sana,,hehei...)

jadi inilah,,
awal mungkin?'
tapi yang pasti guw akan tetap menulis...
yang pasti aksara akan tetap imortal saad guw sudah menisankan mereka...

oh ya,kenapa guw meng-quote salah satu tokoh anime hacimitsu to kuroba?'
sebab kata-kata itu mengantar kita pada satu kenyataan yang mendorong guw menulis blog ini,,
ke mana aku akan sampai?'

tidak tahu. jadi jangan berhenti...^^